Pakan kambing fermentasi jerami basah menjadi solusi cerdas bagi peternak modern yang ingin meningkatkan produktivitas ternak tanpa harus keluar biaya besar. Metode ini tidak hanya menghemat waktu mencari rumput setiap hari, tetapi juga memberikan nutrisi yang lebih baik untuk kesehatan dan pertumbuhan kambing.
Manfaat Pakan Kambing Fermentasi Basah
Sebelum mempelajari cara buat pakan kambing fermentasi basah, penting untuk memahami manfaatnya:
- Meningkatkan nafsu makan, aroma dan rasa yang lebih menarik membuat kambing lebih lahap makan
- Mempercepat penggemukan, nutrisi yang mudah diserap membantu pertumbuhan lebih optimal
- Meningkatkan produksi susu terutama untuk kambing perah seperti jenis Etawa
- Memperbaiki pencernaan, probiotik alami membantu kesehatan sistem pencernaan
- Mengurangi bau kotoran, kotoran kambing menjadi tidak berbau menyengat
- Menghemat biaya pakan, memanfaatkan limbah pertanian yang mudah didapat
Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Basah
Untuk membuat pakan kambing fermentasi basah, siapkan bahan berikut:
Bahan dan Alat:
- 250-300 kg pakan serat (jerami, rumput gajah, atau gedebog pisang)
- 20-30 kg bekatul atau dedak halus
- 50-60 kg pakan protein (ampas tahu, kulit singkong, atau pollard)
- 70 liter air bersih
- 3 liter tetes tebu (molase)
- 1 kg garam krosok
- 5-10 tutup botol EM4 peternakan atau probiotik sejenis
- Wadah atau drum plastik tertutup
- Terpal atau alas plastik besar
- Alat pencacah rumput (opsional)
- Ember untuk mencampur larutan
1. Persiapan Bahan Pakan
Pertama-tama, cacah semua bahan pakan serat seperti jerami atau rumput dengan ukuran 3-5 cm. Ukuran yang tepat ini akan memudahkan proses fermentasi dan pencernaan kambing. Di samping itu, pastikan bahan bersih dari kotoran atau kontaminan.
2. Membuat Larutan Fermentasi
Selanjutnya, campurkan 70 liter air bersih dengan 3 liter tetes tebu, 1 kg garam, dan EM4 dalam ember besar. Kemudian, aduk hingga semua bahan tercampur rata. Perlu diketahui bahwa larutan ini mengandung mikroorganisme yang akan memecah komponen kompleks dalam pakan.
3. Pencampuran Bahan
Setelah itu, hamparkan bahan pakan serat di atas terpal dengan ketebalan 15-20 cm. Lalu, taburkan bekatul secara merata di atasnya. Berikutnya, siram dengan larutan fermentasi menggunakan gembor atau alat penyemprot hingga seluruh bahan lembab merata. Namun demikian, jangan terlalu basah, cukup lembab saja.
4. Proses Fermentasi
Langkah berikutnya, masukkan campuran yang sudah lembab ke dalam drum plastik atau wadah tertutup. Selanjutnya, padatkan agar tidak ada rongga udara. Kemudian, tutup rapat wadah karena proses fermentasi memerlukan kondisi anaerob (tanpa udara). Setelah itu, simpan di tempat teduh selama 3-5 hari.
5. Pemeriksaan Hasil
Setelah 3-5 hari, pakan fermentasi basah sudah siap digunakan. Ciri-ciri pakan fermentasi yang berhasil:
- Bau harum khas asam fermentasi (tidak busuk)
- Warna berubah menjadi kuning kecoklatan
- Tekstur lemas dan tidak kaku
- Tidak berjamur atau busuk
Tips Pemberian Pakan Kambing Fermentasi Basah
Untuk hasil maksimal, perhatikan cara pemberian yang tepat:
- Berikan secara bertahap mulai dengan mencampur sedikit pakan fermentasi dengan pakan biasa agar kambing terbiasa
- Dosis yang tepat sebaiknya berikan sekitar 3-4% dari berat badan kambing per hari.
- Selain itu, bagi menjadi 2-3 kali pemberian (pagi dan sore) untuk hasil optimal.
- Meskipun demikian, tetap berikan hijauan segar atau konsentrat sebagai pelengkap.
- Sediakan air bersih pastikan air minum selalu tersedia
Kesalahan yang Harus Dihindari
Saat membuat pakan kambing fermentasi basah, hindari kesalahan berikut:
- Terlalu banyak air membuat pakan terlalu basah dan mudah busuk
- Tidak menutup rapat akibatnya, udara masuk dapat merusak proses fermentasi.
- Selain itu, bahan kotor kontaminasi dapat menyebabkan jamur atau pembusukan.
- Fermentasi terlalu lama lebih dari 7 hari dapat menurunkan kualitas
- Pemberian berlebihan oleh karena itu, jangan hanya memberikan pakan fermentasi tanpa variasi.
Kesimpulan
Cara buat pakan kambing fermentasi jerami basah sebenarnya cukup sederhana dan tidak memerlukan peralatan mahal. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, peternak dapat membuat pakan bergizi tinggi yang membantu meningkatkan produktivitas kambing.
Kunci keberhasilan terletak pada kebersihan bahan, takaran yang tepat, dan pemantauan proses fermentasi. Dengan cara fermentasi jerami basah, peternak tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga mendapatkan kambing yang lebih sehat, gemuk, dan produktif.






