Sekam padi merupakan hasil samping penggilingan beras yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, bukan sekadar dibuang setelah panen. Salah satu pengolahannya ialah menjadikan sekam sebagai briket, sehingga bahan lebih mudah ditangani dan digunakan sebagai bahan bakar padat.
Hasil yang baik bergantung pada kondisi sekam, cara pengolahan, dan tingkat kekeringan produk akhir. Utamakan keamanan selama pengolahan karena pembakaran yang tidak sempurna bisa menimbulkan asap dan gas berbahaya, khususnya di area minim ventilasi.
Pengolahan Sekam Menjadi Bahan Bakar
1. Pilah dan Keringkan Sekam
Pilih sekam yang tidak tercampur plastik, batu, tanah berlebihan, atau sampah lain. Pisahkan bahan yang basah dan berbau tidak normal agar proses selanjutnya tidak terganggu.
Hamparkan sekam di atas alas bersih pada tempat yang terlindung dari hujan, lalu balik secara berkala sampai kering merata. Sekam yang terlalu lembap sulit diproses secara konsisten dan dapat menghasilkan briket yang lebih lama kering.
2. Tentukan Bentuk Bahan Bakar
Sekam dapat digunakan langsung pada tungku biomassa yang dirancang untuk membakarnya, atau diolah lebih lanjut menjadi briket arang. Pilihan metode bergantung pada jenis tungku, kebutuhan panas, dan tujuan pemakaian.
Untuk briket arang, sekam perlu melalui karbonisasi terlebih dahulu sebelum digiling dan dicetak. Jangan membakar sekam di sembarang tempat, karena prosesnya menghasilkan asap dan membutuhkan pengendalian panas serta aliran udara. Periksa aturan penggunaan tungku di lokasi karena kebutuhan udara dan bentuk bahan bakar dapat berbeda.
3. Lakukan Karbonisasi dengan Aman
Masukkan sekam ke alat karbonisasi yang sesuai dan kendalikan pasokan udara agar bahan berubah menjadi arang, bukan terbakar habis menjadi abu. Ikuti petunjuk peralatan serta gunakan area terbuka atau sistem ventilasi yang memadai.
Jangan menjalankan proses karbonisasi di dalam rumah, gudang tertutup, atau dekat bahan mudah terbakar. Tunggu sampai arang sekam benar-benar dingin sebelum dipindahkan, karena bara yang tersisa dapat memicu api kembali saat bahan terkena udara. Gunakan sarung tangan dan alat pemindah tahan panas selama menangani bahan.
4. Giling Arang Sekam
Pecahkan arang sekam menjadi ukuran kecil sebelum menggilingnya hingga cukup halus untuk proses pencetakan. Untuk kapasitas kerja lebih besar, mesin hammer mill Rumah Mesin dapat dipertimbangkan untuk membantu memperkecil ukuran bahan.
Pakai mesin sesuai kapasitas dan saringan yang tersedia, serta pastikan pelindung terpasang sebelum dinyalakan. Kendalikan debu, gunakan pelindung pernapasan yang sesuai, dan matikan sumber tenaga sebelum membersihkan sumbatan atau bagian dalam mesin.
5. Campur Perekat dan Cetak Briket
Campurkan bubuk arang sekam dengan perekat yang sesuai, misalnya larutan tepung kanji, lalu aduk sampai campuran dapat menyatu tanpa terlalu encer. Takaran perekat perlu diuji dalam skala kecil karena komposisi bahan memengaruhi kekuatan dan kemampuan briket menyala.
Masukkan campuran ke cetakan atau mesin pres, lalu padatkan hingga bentuknya seragam. Briket yang terlalu rapuh mudah hancur saat dipindahkan, sedangkan campuran yang terlalu basah memerlukan waktu pengeringan lebih panjang. Lepaskan briket dari cetakan tanpa memaksa agar tepinya tidak retak.
6. Keringkan dan Simpan Produk
Susun briket di rak beralas bersih dan keringkan sampai kadar airnya cukup rendah sebelum digunakan atau dikemas. Balik briket bila diperlukan agar bagian bawah tidak terus menyimpan kelembapan, serta lindungi dari hujan selama pengeringan. Pengeringan tuntas juga membantu mengurangi risiko jamur selama penyimpanan.
Uji beberapa briket untuk melihat apakah bentuknya kuat dan pembakarannya stabil pada tungku yang sesuai. Simpan produk di tempat kering dengan sirkulasi udara baik, jauh dari sumber api dan lantai lembap; informasi peralatan pengolahan lainnya dapat dilihat melalui situs Rumah Mesin.
Kesimpulan
Pengolahan sekam menjadi bahan bakar dapat dilakukan dengan mengeringkan bahan, mengubahnya menjadi arang, menggiling, mencampur perekat, mencetak, lalu mengeringkan briket. Setiap tahap memengaruhi kekuatan produk dan kemudahan penggunaannya.
Utamakan keselamatan selama karbonisasi dan penggilingan, serta jangan membakar briket di ruang tertutup. Dengan bahan bersih, pengeringan cukup, dan penyimpanan yang tepat, sekam dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar padat.






